Traktir Roti Untukku

Sabtu, 12 Februari 2022

The Blue Whisper - Bab 35: Kunjungan

Ji Yunhe dan Lin Haoqing menemani Putri Shunde sepanjang jalan dari gerbang gunung menuju lembah.

Bunga-bunga di kaki Putri Shunde tidak ada habisnya, menyebar dengan lebatnya. Ji Yunhe tahu betul seberapa jauh jarak yang harus ditempuh untuk sampai ke Aula Li Feng, tempat tinggal Lin Canglan.

Ji Yunhe melihat kelopak bunga di bawah kaki Putri Shunde, mendengarkan suara sibuk para pelayan di belakangnya, dan tiba-tiba berhenti. 

"Putri." Dia memulai. 

Putri Shunde berhenti, tapi pelayan yang menyebarkan kelopak bunga tidak berhenti, mereka sibuk sepanjang jalan, seolah-olah menggunakan kelopak untuk mengubur seluruh Lembah Pengendali Iblis. 

Lin Haoqing juga berbalik untuk melihatnya. Ada sedikit ketidaksenangan dalam ekspresinya, seolah-olah dia tidak ingin Ji Yunhe mengatakan sesuatu yang tidak relevan dengan caranya sendiri. 

Tapi Ji Yunhe tidak bisa menahannya, dia membungkuk dan berkata, "Lembah Pengendali Iblis kami baru saja mengalami pergolakan hebat dari pertempuran melawan Burung Qingyu Luan. Kami belum punya waktu untuk membersihkan jalan dari bebatuan dan puing-puing yang berserakan. Berjalan tanpa alas kaki mungkin tidak bijaksana, bahkan dengan ratusan bunga menghiasi jalan. Saya khawatir bahwa batu yang lepas dapat menyebabkan cedera pada sang Putri. Tolong sang Putri untuk mengenakan kaus kaki dan sepatu."

Putri Shunde mengangkat alisnya ketika dia mendengar kata-kata itu, dia menatap Ji Yunhe untuk waktu yang lama, tanpa berbicara, yang lain tidak tahu apa yang dia pikirkan. 

"Kamu adalah seseorang yang menyukai bunga," kata Putri Shunde. "Hatinya baik."

Ji Yunhe menundukkan kepalanya, mengangguk dan tidak mengatakan apa-apa. 

Saat semua orang berpikir itu adalah pujian, senyum di wajah Putri Shunde menghilang. "Tapi aku tidak." Hiasan bunga merah di antara alisnya tiba-tiba membentuk tampilan tegas. "Akulah yang memetik bunga," katanya. "Aku suka memetik bunga yang mekar sempurna. Semua keindahan di dunia ini, sembilan puluh persen diinjak-injak di bawah kakiku, dan sepuluh persen dikenakan di tubuhku."

Dia mengulurkan tangannya, jari-jarinya ramping, tajam kuku itu memprovokasi dagu Ji Yunhe. 

Dia meminta Ji Yunhe untuk menatapnya. 

"Seluruh tanah di dunia ini, setengahnya adalah milikku, dan ratusan bunga ini, mereka juga milikku. Kamu, yang mencintai bunga, tetap milikku." Kuku tajam Putri Shunde dengan lembut membelai wajah Ji Yunhe. "Aku tidak suka bunga yang tidak mekar, dan aku tidak suka orang yang terlalu banyak bicara."

Dia sangat dekoratif. Seperti yang dia katakan, sembilan puluh persen keindahan dunia ada di bawah kakinya, dan sepuluh persen di tubuhnya. Ji Yunhe mengenakan pakaian biasa dan wajahnya polos tanpa bedak atau pewarna bibir. Seluruh orangnya benar-benar tanpa hiasan.

Seseorang di langit dan seseorang di bawah tanah, berhadap-hadapan, menciptakan gambaran ironis yang sangat kontras pada saat Putri Shunde mengangkat tangannya ....

Tapi Ji Yunhe tidak terintimidasi. Dia menatap lurus ke mata Putri Shunde dan bertanya tanpa kerendahan hati, "Jadi, apakah sang Putri akan mengenakan kaus kaki dan sepatu?"

Begitu dia berkata, mata Putri Shunde menjadi lebih dingin dan Lin Haoqing mengerutkan kening. Para pelayan dan Master Iblis di sekitar mereka terdiam, bahkan takut untuk bernapas.

Hanya Ji Yunhe yang sepertinya tidak merasakan tekanan seperti itu. Dia berbicara lagi kepada Putri Shunde, "Jalan di Lembah Pengendali Iblis terjal dan sulit untuk dilalui."

Setelah  mendengar kata-kata Ji Yunhe, Lin Haoqing mengerutkan kening, dan akhirnya tidak bisa menahan diri untuk berdiri, mengepalkan tangan dan memberi hormat. "Putri, Lembah Pengendali Iblis sangat jauh dari peradaban. Orang-orang di sini kotor dan tidak memiliki etika yang pantas, dan berharap sang Putri akan memaafkannya.” 

Putri Shunde melirik Lin Haoqing. "Dia sangat menarik."

Anehnya, dia berkomentar bukan untuk membunuh atau menyiksa, tapi mengatakan Ji Yunhe ... menarik.

Lin Haoqing sedikit terkejut.

Putri Shunde melihat sekilas ke samping. Kasim Zhang segera mengerti dan berlari ke jejak panjang pelayan, dan setelah beberapa saat dia mengambil satu set sepatu dan kaus kaki untuk Putri Shunde, dan kemudian Kasim lain segera berlutut di tanah, merangkak dan membungkukkan punggungnya. Tidak bergerak. Putri Shunde bahkan tidak melihat Kasim itu, tapi duduk tegak di punggungnya. Kasim itu memegang tangannya di tanah, aman, tanpa gemetar. 

Para pelayan mengambil sepatu dan kaus kaki dari Kasim Zhang, mengulurkannya dan menunggu sang Putri untuk memakainya.

Sutra merah tua yang sangat cocok dengan gaunnya.

Tidak ada yang mengira bahwa setelah "serangan" Ji Yunhe, Putri Shunde tidak marah, tapi mendengarkannya. Semua orang bingung. Tapi Ji Yunhe berpikir dalam hatinya, Putri Shunde ini, dalam arti tertentu, sangat mirip dengan Lin Canglan. 

Diposisikan sebagai atasan, kemarahan mereka tidak menunjukkan kemarahan, dan tawa mereka tidak menunjukkan tawa. Kecuali Putri Shunde sendiri, mungkin orang lain tidak akan pernah melihat apa yang dia pikirkan di dalam hatinya. 

Setelah mengenakan sepatu dan kaus kakinya, Putri Shunde berdiri, melirik Ji Yunhe, dan kemudian terus berjalan ke depan. 

Tidak ada lagi kata-kata yang dipertukarkan sampai mereka tiba di luar kediaman Lin Canglan.

Lin Haoqing menaiki tangga dan mengetuk pintu Lin Canglan, memanggil tanpa sedikit pun keraguan, "Master Lembah."

Meskipun dia dan Ji Yunhe tahu di dalam hati mereka, tidak ada yang akan menjawab. 

Setelah menunggu beberapa saat, Lin Haoqing menatap Putri Shunde dengan meminta maaf, dan mengetuk pintu lebih keras. "Master Lembah, sang Putri ada di sini untuk menemuimu."

Ji Yunhe berdiri di bawah tangga dan diam-diam menyaksikan penampilan Lin Haoqing.

Masih tidak ada respon. Lin Haoqing berkata, "Putri, ayahku benar-benar sakit parah ...."

"Bagaimana mungkin Master Lembah Lin tiba-tiba menjadi begitu sakit? Dalam suratnya kepada Pengadilan bulan lalu, dia tidak menyebutkan hal ini." kata Putri Shunde sambil menaiki tangga. Dia ingin masuk ke dalam.

Ji Yunhe berdiri diam dengan kepala tertunduk. Wajahnya tanpa ekspresi, tapi tangannya dengan gugup mengepal di dalam lengan baju.

Putri Shunde berjalan ke pintu, dan Lin Haoqing berdiri di samping. Ekspresinya masih tenang, tanpa kecemasan sedikit pun. "Putri akan masuk?"

Putri Shunde mendorong pintu kamar sebelum dia bisa menyelesaikan pertanyaannya.

Ji Yunhe menahan napasnya sedikit.

Putri Shunde berdiri di ambang pintu dan melihat ke dalam rumah. 

Ji Yunhe sudah tahu apa yang akan dilihatnya dari sudut pandang itu.

Layar di ambang pintu ternoda oleh darah tadi malam, dan tirai bambu yang memisahkan ruang dalam dan ruang luar disayat oleh Ji Yunhe, jadi mereka menyingkirkan keduanya pagi ini. Mata Putri Shunde seharusnya tidak akan terhalang, dia akan langsung melihat Lin Canglan "berbaring" di tempat tidur. 

Lin Canglan ditutupi dengan selimut, hanya memperlihatkan bagian atas wajahnya dengan mata tertutup.

Dia terlihat identik dengan seseorang yang sakit parah. Satu-satunya perbedaan adalah dia tidak bernapas. Selama Putri Shunde tidak mendekati tempat tidur dan menarik selimutnya, dia tidak akan bisa melihat luka mengerikan di leher Lin Canglan itu. 

Putri Shunde mengamati ruangan dari pintu. Kasim Zhang, yang berdiri di samping, tiba-tiba berbicara, "Putri, Putri." Dia menyanjungnya secara ekstrem, dan mengambil kesempatan ini untuk menunjukkan kepedulian terhadap kesejahteraannya. "Sang Putri telah melakukan perjalanan jauh, harap berhati-hati dan jangan biarkan diri Anda terkena penyakit menular ini!"

Putri Shunde menoleh dan memandang Kasim Zhang, "Ya." Dia menjawab, melirik ke sekeliling ruangan, lalu berbalik dan meninggalkan pintu. 

Lin Haoqing tidak buru-buru untuk menutup pintu kamar. Dia membiarkannya terbuka dan membiarkan semua orang di luar mengintip dan melihatnya.

Ji Yunhe perlahan menghembuskan napas yang telah ditahannya. Kemudian dia melihat ke samping di mana Kasim Zhang dengan penuh semangat membantu sang Putri.

Pada saat ini, Ji Yunhe hanya ingin meminta maaf kepada Kasim Zhang dan mengatakan kepadanya: 'Kasim Zhang, kamu adalah Kasim yang baik. Itu semua salahku menempatkan jimat bodoh itu padamu sebulan yang lalu, aku minta maaf.'

"Baiklah," Putri Shunde berjalan menuruni tangga dan berkata, "karena Master Lembah Lin sakit parah, aku tidak akan mengganggunya lagi. Aku datang ke sini untuk melihat Jiaoren."

Jantung Ji Yunhe yang baru saja tenang, mulai berdebar lagi.

Putri Shunde menoleh dan bertanya pada Lin Haoqing, "Jiaoren, di mana dia?"

~~====~~


Diterjemahkan pada: 06/07/21


Sebelumnya - Selanjutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

The Blue Whisper / 驭鲛记 Terjemahan Bahasa Indonesia

Putri Shunde menangkap Iblis Jiaoren dan ingin mencari seseorang untuk membantu menjinakkannya. Tugasnya melibatkan tiga permintaan, satu ag...