Ketika Ji Yunhe sadar kembali, dia hanya memiliki satu pikiran di benaknya.
Hidupnya
benar-benar mengerikan, dan Ji Yunhe tidak mati setelah dilempar seperti
itu.
Dalam
hal ini, mungkin juga memanfaatkannya sebaik mungkin.
Ji
Yunhe berpikir, Chang Yi belum kembali ke laut, atau kehidupan aslinya, maka
dia punya alasan untuk bertahan. Kehidupannya yang buruk tidak bisa
berhenti di sini. Pasti ada sesuatu yang bisa dia lakukan untuk membantu
Chang Yi dari rumah Master Agung ini, misalnya ....
Membunuh
Putri Shunde.
Master
Agung sangat kuat, tapi dia tidak tertarik pada Chang Yi. Ketertarikannya
ada padanya, setengah manusia setengah Iblis aneh. Satu-satunya yang
menjadi ancaman bagi Chang Yi adalah Putri Shunde. Jika sang Putri mati,
Chang Yi tidak akan berada dalam bahaya bahkan jika dia tinggal di darat.
Ji
Yunhe membuka matanya.
Penjara
yang familiar, lingkungan gelap yang tidak berubah, tapi energi hitam yang
mengelilinginya telah hilang. Ji Yunhe mengulurkan tangannya, telapak
tangannya kering, pucat dan kurus. Kulitnya tampak hampir tembus pandang dengan
urat di bawahnya hampir terlihat jelas. Bulan ini, energi hitam yang telah
melekat pada tubuhnya benar-benar menghilang tanpa jejak. Ji Yunhe menyentuh
lengannya .... Lukanya juga benar-benar hilang. Tubuhnya tampaknya telah
kembali ke keadaan sebelum transformasi Iblisnya.
"Benar
saja, aku tidak berpikir itu salah. Racun dari bunga aneh yang ditemukan di
pulau abadi di luar negeri benar-benar memiliki efek ajaib." Suara
Master Agung datang dari luar sel.
Ji
Yunhe menoleh, melihat Master Agung mendorong pintu sel dan berjalan masuk.
Master Agung berjongkok di samping Ji Yunhe, secara alami menarik tangan Ji
Yunhe, dan meletakkan ujung jarinya di nadi Ji Yunhe.
Ketika
Master Agung mendiagnosis denyut nadi, dia tampak seperti tabib sungguhan
sekarang, sangat penuh perhatian, tapi kata-kata di mulutnya bukanlah kebajikan
tabib: "Denyut nadi tersembunyi masih ada dan kekuatan spiritual masih
ada. Meskipun kekuatan Iblis lemah, tapi itu juga stabil. Mereka telah berhasil
bergabung ke dalam darahmu. Ru Ling [25] membantumu."
Ru
Ling adalah nama lahir Putri Shunde. Tidak seorang pun kecuali Master Agung
yang bisa memanggilnya dengan itu.
"Sebuah
bantuan?" Ji Yunhe menatap Master Agung dan tertawa.
Master
Agung berkata dengan acuh tak acuh: "Denyut nadi yang tersembunyi mengandung
kekuatan spiritualmu, dan denyut nadi yang dimiliki orang biasa, kini telah
disusupi oleh kekuatan Iblismu. Racun bunga aneh yang kuperintahkan untuk
ditemukan orang dari pulau abadi di luar negeri telah menyatukan keduanya di
dalam tubuhmu, mengubahmu menjadi nyata ...."
"Aneh." Ji
Yunhe memotongnya dan memutuskan nama untuk dirinya sendiri.
"Jika
kamu suka menyebut dirimu seperti itu, tidak ada salahnya. Pada saat yang sama,
kamu memiliki kekuatan Iblis dan Master Iblis, yang belum pernah ada di dunia.
Kamu seharusnya merasa bersyukur."
Ji
Yunhe tertawa sarkastik. "Ji Chengyu bilang kamu seharusnya lebih
menyempurnakan racun ini."
"Mhm.
Pemurnian belum selesai, aku harus mengamatimu selama beberapa hari lagi untuk
melihat apakah ada yang tidak beres."
"Mengamati?" Ji
Yunhe bertanya. "Maksudmu membiarkan Putri Shunde menyiksaku
lagi?"
Master
Agung melepaskan pergelangan tangannya. "Ini adalah metode yang diperlukan
untuk mempelajarimu." Kemudian Master Agung berbalik untuk pergi.
Ji
Yunhe menatap punggung putih Master Agung, dan berkata dengan suara keras,
"Master Agung, aku sangat penasaran. Kamu dan Putri Shunde duduk begitu
tinggi dan perkasa. Apakah kalian semua terbiasa kejam dan jahat? Apakah kalian
tidak memiliki keraguan dan kesedihan sedikit pun? .... Atau rasa bersalah
tentang apa yang telah kalian lakukan?"
Langkah
kaki Master Agung memberi jeda sedikit. Dia memutar kepalanya ke samping, dan
sosoknya tampak agak kabur di bawah cahaya nyala lilin.
"Aku
juga pernah menanyakan pertanyaan ini kepada orang lain."
Ji
Yunhe bermaksud memprovokasi Master Agung, dan tidak menyangka akan menerima
tanggapan seperti itu.
Apa
artinya ini? Apakah Master Agung juga pernah berada terjebak dalam situasi
menyedihkan dan putus asa yang sama seperti saat ini?
Tidak memberi
Ji Yunhe lebih banyak informasi, dan tidak menjawab pertanyaannya dengan
positif, Master Agung berbalik dan pergi. Ji Yunhe sendirian di
penjara. Ji Yunhe tidak lagi memikirkan hal-hal lain. Apa yang ada di
kepalanya bukan untuk dia jelajahi. Ji Yunhe duduk bersila di sudut dan
fokus ke dalam, mencari dua jenis kekuatan di dalam tubuhnya.
Ji
Yunhe harus mengumpulkan dan membangun kekuatannya sehingga dia bisa menyerang
Putri Shunde secara tiba-tiba.
¤¤¤☆♡☆♡☆¤¤¤
Lima
hari kemudian.
Putri
Shunde dan Zhu Ling datang lagi. Suasana hatinya tampak jauh lebih buruk dari
sebelumnya, dan wajahnya tampak menahan amarah yang cukup besar.
Zhu
Ling mendengus setelah melihat kesehatan Ji Yunhe
pulih. "Beruntungnya kamu!"
Kata-kata
Zhu Ling membuat Putri Shunde semakin tidak senang: "Zhu Ling, di
mana replika cambuk merah itu?"
"Seharusnya
di sini, aku akan mencarinya," kata Zhu Ling dan berjalan ke tempat
penyimpanan alat penyiksaan di samping dan mengobrak-abriknya.
Putri
Shunde mengambil dua langkah ke depan, berdiri di luar penjara, menatap Ji
Yunhe yang masih bermeditasi di dalam, dan berkata dengan tajam:
"Jiaoren
telah bekerja sama dengan Biksu Kongming. Mereka memimpin sekelompok Master Iblis
pemberontak dan Iblis rendahan dari tanah dingin yang pahit di utara, dan
berjuang menuju selatan ke Teras Pengendali Iblis Utara."
Ji
Yunhe membuka matanya sedikit, tapi dia tidak melihat ke arah Putri
Shunde. Dia hanya diam menatap tanah di depannya.
"Master
Pelindung Lembah Pengendali Iblis, Jiaoren yang kamu bebaskan telah menyebabkan
sedikit masalah bagi Istana."
Ji
Yunhe kemudian mengangkat matanya, menatap Putri Shunde di luar penjara, dan
kemudian merasa puas melihat wajah putri Shunde yang marah, gigi terkatup, dan
ganas.
Wajah
tinggi dan perkasanya akhirnya menunjukkan sisi buruknya karena kemarahan dalam
hatinya. Tampilan jelek.
Ji Yunhe
tahu apa yang akan dia hadapi selanjutnya, tapi dia tersenyum dalam suasana
hati yang baik saat ini: "Putri Shunde, terima kasih atas kerja kerasmu,
kamu dapat dianggap membawa kabar baik untukku. "
Chang
Yi tidak kembali ke laut, tapi ia tampaknya telah menemukan pijakan di atas
tanah.
Kata-kata
Ji Yunhe semakin menyulut kemarahan Putri Shunde. "Kamu pikir ini
kabar baik? Baik Pengadilan maupun aku tidak akan melepaskan Jiaoren setelah
ini. Dia ditakdirkan! Pengkhianat yang menyedihkan tidak akan memakan waktu
lebih dari sebulan untuk ditumpas. Dan kamu akan menjadi orang pertama yang
dikorbankan ke bendera Kekaisaran."
"Putri,
kamu salah. Kamu tidak bisa mengorbankanku untuk bendera Kekaisaran karena
Mastermu melarangnya. Selain itu, mereka bukan rakyat jelata. Mereka adalah
orang-orang putus asa yang telah dipaksa ke ujung jalan, olehmu. Dan lebih dari
itu. bertahun-tahun, di bawah penindasan Pengadilan Kekaisaran, apakah kamu
pikir mereka adalah satu-satunya yang ingin melawan?"
Putri
Shunde menatap Ji Yunhe dan sedikit menyipitkan matanya.
Ji
Yunhe terus tertawa. "Sebulan? Dua bulan? Aku pikir kamu tidak akan
bisa menekan pemberontakan ini bahkan dalam dua tahun. Tidak ada kepastian
siapa yang menang pada akhirnya."
"Sungguh
gadis yang berlidah tajam." Putri Shunde meraih cambuk yang akhirnya
ditemukan Zhu Ling. "Meskipun aku tidak bisa mengorbankanmu untuk bendera
Istana, aku masih bisa membuatmu menderita nasib yang lebih buruk daripada
kematian."
Ji
Yunhe menatap Putri Shunde tanpa mengalihkan pandangannya:
"Cobalah."
Putri
Shunde mengepal cambuk panjang di tangannya dan berbalik untuk membuka pintu
penjara Ji Yunhe ini.
Ji
Yunhe memperhatikan setiap langkahnya. Dia siap untuk bergerak segera setelah
pintu terbuka. Pada saat itu, jika Putri Shunde mati, konflik antara dia dan
pasukan kakaknya akan muncul dan dinasti akan kacau balau. Mereka tidak
akan punya waktu untuk berurusan dengan pemberontakan di utara.
Ji
Yunhe, sebagai "kebaruan" dari Master Agung, mungkin
juga tidak bisa mempertahankan hidupnya. Tapi itu tidak masalah, selama dia
bisa membantu Chang Yi, meski hanya sedikit, itu sudah cukup.
Ji
Yunhe mengepalkan tinjunya sedikit, memperhatikan, dan menunggu.
"Putri!
Putri!" Panggilan mendesak Ji Chengyu datang dari ambang pintu.
Putri
Shunde berhenti. Melihat ke luar pintu, Ji Chengyu bergegas melangkah masuk,
membungkuk dan berkata kepada Putri Shunde: "Putri, Kaisar memanggilmu
untuk masuk Istana dengan cepat. Kelompok pemberontak yang datang dari
tanah dingin utara sedang menerobos pertahanan, menerobos batasan Teras
Pengendali Iblis, mengusir Master Iblis yang setia pada Istana. Para
pemberontak tampaknya menetap di sana."
Putri
Shunde terkejut, Ji Yunhe mengangkat alisnya.
Ji
Yunhe meringkuk bibirnya, tersenyum dan berkata: "Putri, situasi di utara
terdengar seperti 'rakyat' itu telah membangun pijakan untuk
melawan Istana Kekaisaran."
Putri
Shunde menatap Ji Yunhe dengan tatapan sinis, dan melemparkan cambuk itu ke
tanah. "Zhu Ling, pukul dia sampai dia tidak bisa bicara lagi!"
Kemudian Putri Shunde bergegas pergi.
~~==☆==~~
Catatan Penerjemah:
[25] Ru Ling: Berkuasa.
Diterjemahkan pada: 15/07/21
Tidak ada komentar:
Posting Komentar