Traktir Roti Untukku

Selasa, 15 Februari 2022

The Blue Whisper - Bab 76: Kembali

Ji Yunhe merasa seperti sedang dipegang oleh seseorang yang berlari dengan liar melewati badai salju.

Napas berat memenuhi telinganya.

Ketika dia akhirnya berhenti, dunia jatuh ke dalam perselisihan. Dia bisa mendengar semuanya, tapi tidak ada yang terdengar, dan mereka datang sebentar-sebentar. Kadang-kadang Luo Jinsang menangis, di lain waktu biksu itu mengutuk. Kemudian dia mendengar Qing Ji menghibur Luo Jinsang.

Oh ya ... Qing Ji ....

Ji Yunhe masih memiliki sesuatu untuk dikatakan padanya.

Ji Yunhe mencoba membuka matanya, tapi selain kabut putih cerah, dia tidak bisa melihat apa-apa. Ji Yunhe membuka bibirnya dan dengan putus asa menggumamkan hal-hal yang dia lihat dalam mimpinya, tidak peduli apakah Qing Ji ada di sana untuk mendengarnya. 

Sementara Ji Yunhe mencoba berbicara, sapuan udara dingin menyapu tubuhnya dan menghilangkan rasa sakit, memberinya kekuatan untuk bersuara, "Qing Ji ... Ning Ruochu, formasi sepuluh persegi ... dibunuh oleh Master Agung ...."

Ji Yunhe berulang kali mengucapkan kata-kata yang patah ini.

Angin yang menyelimutinya semakin kuat, sekarang memungkinkan Ji Yunhe untuk membuka matanya.

Ji Yunhe melihat Luo Jinsang duduk di samping tempat tidurnya dengan mata bengkak merah, dan Qing Ji berdiri di sampingnya dengan wajah serius. Dia tidak melihat Chang Yi atau Biksu Kongming ... tapi tidak apa-apa.

Angin tiba-tiba berputar dengan sangat kuat bahkan tirai tempat tidur pun berkibar. Luo Jinsang terkejut. "Yunhe ... apa yang terjadi ...."

Ji Yunhe tidak punya waktu atau energi untuk menjelaskan. Tubuhnya sekarang ditarik ke udara oleh angin.

"Qing Ji, ada apa dengan Yunhe?"

Qing Ji juga menatap Ji Yunhe dengan bingung, tidak bisa memberikan jawaban kepada Luo Jinsang.

Bibir Ji Yunhe bergerak sendiri, bebas dari kendalinya, "Ning Ruochu tidak berbohong padamu."

Ini membuat Luo Jinsang semakin bingung, sementara itu membuat Qing Ji benar-benar terpana.

Ning Xiyu, wanita berbaju putih, telah meminjam kekuatan angin dan mengambil alih tubuh Ji Yunhe. 

Dia terus berbicara, "Dia bermaksud memasuki formasi untuk bersamamu, tapi Master Agung menipunya. Formasi sepuluh persegi membunuhnya. Master Agung yang membunuhnya."

"Yunhe, apa yang kamu bicarakan ....?" Luo Jinsang bertanya dengan gugup. "Kenapa kamu ...."

Qing Ji menatap Ji Yunhe untuk waktu yang terasa seperti selamanya. "Aku tahu apa yang dia bicarakan." Qing Ji berbalik untuk pergi, menabrak bahu Chang Yi.

Keduanya melewati satu sama lain. Qing Ji tidak berhenti dan langsung menuju pintu keluar, wajahnya gelap dan suram. Dan Chang Yi bahkan tidak repot-repot melihatnya. Dia tidak peduli siapa yang menabrak bahunya, atau di mana seseorang itu berada.

Dia hanya memperhatikan Ji Yunhe.

Bibirnya agak pucat, dan rambut peraknya sedikit berantakan. Dia berjalan ke sisi Ji Yunhe dan melihat gangguan aneh yang mengelilingi Ji Yunhe.

Dengan kepergian Qing Ji, angin mulai mereda.

Ji Yunhe perlahan jatuh kembali ke tempat tidur. Sudut matanya menangkap pandangan Chang Yi. 

Ji Yunhe melihat bibir Chang Yi membuka dan menutup, gemetar beberapa kali, tapi akhirnya tidak mengatakan apa-apa.

Apa yang ingin dia katakan? Ji Yunhe ingin bertanya pada Chang Yi.

Tapi angin yang memberinya kekuatan untuk berbicara sekarang telah benar-benar menghilang.

Ji Yunhe tahu dia akan segera menghilang juga .... Matanya berkedip, membakar bayangan terakhir yang bisa dia lihat dari dunia ini ke pupil matanya yang gelap.

Ada sedikit langit di luar jendela, wajah Luo Jinsang yang menangis, ruangan yang sudah bosan dia lihat, dan ... Chang Yi.

Rambut perak dan mata birunya.

Sayang sekali Ji Yunhe tidak bisa lagi melihat ekornya yang sangat indah.

Kelopak mata Ji Yunhe perlahan jatuh, mengisolasinya dari kontak terakhir di dunia manusia ini.

¤¤¤☆♡☆♡☆¤¤¤

Semua pemandangan menghilang, semua suara surut, dan untaian kesadaran terakhir Ji Yunhe, di tengah kegelapan, memberinya gambaran terakhir. Itu adalah hari ketika Chang Yi membawanya pergi dari penjara Master Agung. Chang Yi menggendongnya di lengannya, terbang di atas seribu bukit, sepuluh ribu lapisan awan, dan mendarat di puncak gunung.

Matahari hampir terbit, dan Chang Yi menahannya di atas batu besar.

Ini adalah pertama kalinya dalam enam tahun mereka berduaan, saling menatap langsung. 

Dan itulah yang dilihat Ji Yunhe di saat-saat terakhir hidupnya.

Kenapa?

Ji Yunhe tidak mengerti.

Ji Yunhe menatap Chang Yi, melihatnya, dan juga melihat dirinya di dalam mata Chang Yi. Matahari terbit di belakang Chang Yi dan dia berubah menjadi siluet hitam, tapi mata yang seperti laut masih dengan jelas memantulkan wajah Ji Yunhe.

Seolah melihat ke cermin, Ji Yunhe melihat dirinya meneteskan air mata.

Air matanya sangat jernih, dan dia sekali lagi merasakan sakit hati yang membara.

"Ikan Ekor Besar," katanya padanya, "aku tidak pernah mengkhianatimu."

Ji Yunhe mengatakannya.

Penyesalan tersembunyi yang telah dia kubur jauh di lubuk hatinya sekarang terungkap di akhir hidupnya.

Ji Yunhe akhirnya menyadari kenapa dia tidak pernah mengatakan yang sebenarnya kepada Chang Yi. Dia berbohong di mana-mana tentang kebaikan yang lebih besar, menipu Biksu Kongming dan dirinya sendiri.

Tapi alasan sebenarnya adalah ... Ji Yunhe egois, dan takut.

Ji Yunhe takut Chang Yi tidak akan memaafkannya bahkan jika Ji Yunhe mengatakan yang sebenarnya. Ji Yunhe bahkan lebih takut apa yang dia lakukan mungkin merupakan kesalahan sejak awal. Bahwa salah baginya untuk membuat pilihan untuk Chang Yi, salah merencanakan dengan Lin Haoqing dan mengusirnya, dan salah menikamnya di tebing itu dan menghancurkan hatinya ....

Ji Yunhe paling takut jika Chang Yi menyalahkannya atas apa yang telah terjadi padanya ....

Ji Yunhe menghancurkan hati yang polos dan murni, dan merusak jiwa yang lembut dan baik hati menjadi sesuatu yang sama sekali berbeda. Itu adalah kesalahan besar.

Jadi Ji Yunhe tidak mengatakan apa-apa. Tidak mau, dan tidak berani.

Dan itulah kenapa Ji Yunhe melihat ini sekarang, dan mendengar dirinya mengatakannya.

Aku tidak pernah mengkhianatimu.

Tapi itu tidak masalah lagi. Tidak ada yang penting lagi. Ketika orang mati, mereka mati. Ji Yunhe akan membawa semuanya bersamanya dan menghilang.

Ji Yunhe menyaksikan matahari semakin terang dan panas, sampai semua sekelilingnya memutih dan Chang Yi menghilang. Ji Yunhe menatap langit yang kosong dan menutup matanya. Ji Yunhe telah menghabiskan seluruh hidupnya berjuang untuk kebebasan dan kelangsungan hidup, berjuang dan mengembara, sekarang, dirinya akhirnya ... damai.

¤¤¤☆♡☆♡☆¤¤¤

Ji Yunhe meninggal.

Tentu saja. Tapi ketika Chang Yi melihat Ji Yunhe menutup matanya, menutup bibirnya, dan menghembuskan napas terakhirnya, dia tiba-tiba merasakan sakit yang menusuk. Pertama seperti tombak yang membeku, lalu besi panas yang menyala, menembusnya dari dalam dan berhenti di jantung.

Buk buk ....

Chang Yi belum pernah mendengar detak jantungnya begitu jelas.

Buk buk ....

Ji Yunhe sudah meninggal.

Itu adalah fakta.

Jiaozhu-nya melayang keluar dari tubuh Ji Yunhe yang tak bernyawa membawa sisa kehangatannya, dan menghilang di dalam diri Chang Yi.

Pada saat itu, Chang Yi merasa seolah-olah ...

... dirinya juga meninggal.

~~====~~

 

Diterjemahkan pada: 20/07/21


Sebelumnya - Selanjutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

The Blue Whisper / 驭鲛记 Terjemahan Bahasa Indonesia

Putri Shunde menangkap Iblis Jiaoren dan ingin mencari seseorang untuk membantu menjinakkannya. Tugasnya melibatkan tiga permintaan, satu ag...